Putus kuliah, Mark Zuckerberg dapat gelar dari Harvard

Putus kuliah, Mark Zuckerberg Pendiri Facebook kembali ke Universitas Harvard untuk memberikan pidato kelulusan dan menerima sebuah gelar kehormatan. Orang terkaya nomor lima di dunia, dengan aset sebesar US$62,3 miliar (Rp841 triliun), keluar dari Harvard setelah meluncurkan situs jaringan sosial miliknya.

Putus Kuliah dan Menciptakan Tujuan Baru

Dalam pidatonya, Zuckerberg meminta para mahasiswa untuk “tidak hanya menciptakan pekerjaan baru, namun menciptakan sebuah tujuan baru”. Para pakar politik berpikir dia mungkin memposisikan dirinya untuk masuk ke politik. Dalam sambutannya pada Kamis (25/5), Zuckerberg mengatakan bahwa “kita hidup di era yang tidak stabil”.

“Ada tekanan untuk mengubah ke dalam,” katanya mengenai orang-orang yang merasa tertinggal akibat globalisasi yang meningkat. “Ini adalah perjuangan di masa kita. Kekuatan kebebasan, keterbukaan dan komunitas global melawan kekuatan otoritarianisme, isolasionisme dan nasionalisme.”

Putus Kuliah dan Menerima Gelar Doktor Honoris Causa

Bersama istrinya, Priscilla, di tengah-tengah penonton, dia menunjuk ke asrama tempat dia meluncurkan Facebook, dan mengatakan bahwa bertemu dengan istrinya di sana adalah hal yang terbaik yang terjadi padanya di universitas. Sebelum memberikan pidato, dia menerima gelar doktor honoris causa di bidang hukum dalam upacara kelulusan Harvard ke-366.

Pada Rabu (24/5), dia melangsungkan siaran Facebook Live dari kamar asrama lamanya. “Di sini tempat saya duduk,” katanya, menunjuk ke meja kayu kecil dan tempat duduk di dalam Kirkland House, yang akan direnovasi musim panas mendatang. “Laptop kecil saya ada di sini. Dan di sinilah saya memprogram Facebook,” dia berkata di depan kamera.

Putus Kuliah dan miliki kebebasan untuk mengubah ide anda

Dalam pidato kelulusannya, Zuckerberg berkata kepada mahasiswa, “Ada yang salah dengan sistem kita saat saya dapat meninggalkan ini dan menghasilkan miliaran dollar dalam sepuluh tahun sedang jutaan murid tak mampu membayar pinjaman (kuliah) mereka, apalagi memulai usaha.”

“Saat Anda tidak memiliki kebebasan untuk mengubah ide anda menjadi sebuah perusahaan bersejarah, kita semua kalah,” lanjutnya. Dia melanjutkan kisah bertemu “anak-anak di penjara remaja dan ketergantungan opium, yang menceritakan kepada saya bahwa hidup mereka akan berbeda jika mereka setidaknya memiliki pekerjaan”.

Pria 33 tahun itu tampak penuh emosi di satu titik saat menceritakan seorang murid sekolah menengah atas yang khawatir tidak akan dapat mendaftar di universitas karena berstatus imigran tanpa dokumen resmi.

Lebih dari 1,9 miliar orang mengakses situs Facebook setiap hari. Sejak diluncurkan pada 2004, Facebook telah menginspirasi banyak kompetitor media social lain, termasuk Twitter, Snapchat, dan Instagram.

Pada 2007 ada juga orang yang keluar dari Harvard kembali untuk mendapatkan gelar kehormatan. Bill Gates memberikan pidato sesaat setelah keluar dari perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia, Microsoft, untuk fokus ke badan amalnya.

Sumber: http://www.bbc.com/indonesia/majalah-40056493

Leave a Reply