Instrumen Penilaian Akreditasi Pendidikan Tinggi

Instrumen penilaian akreditasi ditetapkan oleh BAN-PT yang mencakup instrumen penilaian akreditasi program studi dan instrumen penilaian akreditasi perguruan tinggi. Sesuai dengan Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi menyatakan bahwa akreditasi merupakan kegiatan penilaian sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan berdasarkan SN-Dikti. Dalam pengembangan kriteria akreditasi, SN-Dikti dijadikan sebagai acuan utama. Kriteria akreditasi dijabarkan ke dalam elemen penilaian dengan mempertimbangkan interaksi antar standar dari Standar Pendidikan Tinggi yang mengukur capaian mutu pendidikan tinggi.

Mengingat akreditasi tidak hanya menilai pemenuhan (compliance), namun juga menilai kinerja (performance) program studi atau perguruan tinggi, maka penilaian akreditasi mempertimbangkan capaian standar pendidikan tinggi yang disusun dan ditetapkan perguruan tinggi yang melampaui SN-Dikti. Selain itu, penilaian akreditasi juga memperhatikan elemen-elemen lain yang relevan dan penting terkait mutu pendidikan tinggi yang tidak secara eksplisit tercantum dalam SN-Dikti, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi dan Permenristekdikti Nomor 100 Tahun 2016 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta.

Instrumen Penilaian Akreditasi

Instrumen Penilaian Akreditasi
Gambar 1. Hubungan antara SN-Dikti dengan Kriteria Akreditasi

Sesuai dengan tugas dan kewenangannya, BAN-PT menetapkan instrumen penilaian akreditasi yang mencakup instrumen penilaian akreditasi program studi dan instrumen penilaian akreditasi perguruan tinggi. Instrumen penilaian akreditasi perguruan tinggi disusun dan dikembangkan dengan mempertimbangkan kekhususan sistem tata kelola perguruan tinggi sesuai peraturan perundang-undangan. Sedangkan, Instrumen penilaian akreditasi program studi disusun dengan mempertimbangkan jenis dan program pendidikan, modus pembelajaran, dan kekhususan program studi. Instrumen akreditasi program studi terdiri dari instrumen yang menilai hal-hal yang bersifat umum lintas program studi (generik) dan instrumen penilaian tentang kekhususan program studi (spesifik).

Kaidah yang digunakan dalam mengembangkan instrumen penilaian akreditasi adalah sebagai berikut:

  1. Penilaian akreditasi diarahkan pada capaian kinerja Tridharma Perguruan Tinggi (outcome-based accreditation), peningkatan daya saing, dan wawasan internasional (international outlook) pada program studi dan perguruan tinggi.
  2. Dilakukan secara uji tuntas dan komprehensif yang mencakup elemen pemenuhan (compliance) terhadap persyaratan pendirian, perubahan, pembubaran dan atau pencabutan izin perguruan tinggi, persyaratan pembukaan program studi, Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN- Dikti), Standar Pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh perguruan tinggi, dan peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan pendidikan tinggi, serta konformasi (conformance) yang diukur melalui kinerja mutu (performance) dalam konteks akuntabilitas publik;
  3. Penilaian akreditasi mencakup aspek kondisi, kinerja, dan pencapaian mutu akademik dan non-akademik program studi atau perguruan tinggi;
  4. Didasarkan pada ketersediaan bukti yang sesungguhnya dan sah (evidence-based) serta ketertelusuran (traceability) dari setiap aspek penilaian;
  5. Mengukur keefektifan dan konsistensi antara dokumen dan penerapan sistem manajemen mutu perguruan tinggi;
  6. Penilaian akreditasi didasarkan pada gabungan penilaian yang bersifat kuantitatif dan penilaian kualitatif;
  7. Instrumen akreditasi berisi deskriptor dan indikator yang efektif dan efisien serta diyakini bersifat determinan dari setiap elemen penilaian;
  8. Deskriptor dan indikator instrumen akreditasi memiliki tingkat kepentingan (importance) dan relevansi tinggi (relevance) terhadap mutu pendidikan tinggi;
  9. Instrumen akreditasi memiliki kemampuan untuk mengukur dan memilah gradasi mutu program studi dan perguruan tinggi.

Ukuran Dimensi Instrumen Penilaian Akreditasi

Instrumen Penilaian Akreditasi Pendidikan Tinggi
Gambar 2. Kerangka pikir sistemik kriteria akreditasi (input – proses – output).

Penilaian dan instrumen akreditasi harus dapat mengukur dimensi:

  1. Mutu kepemimpinan dan kinerja tata kelola: meliputi integritas visi dan misi, kepemimpinan (leadership), sistem manajemen sumberdaya, kemitraan strategis (strategic partnership), dan SPMI;
  2. Mutu dan produktivitas luaran (outputs), capaian (outcomes), dan dampak (impacts): berupa kualitas lulusan, produk ilmiah dan inovasi, serta kemanfaatan bagi masyarakat;
  3. Mutu proses: mencakup proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan suasana akademik;
  4. Kinerja mutu input: meliputi sumber daya manusia (dosen dan tenaga kependidikan), mahasiswa, kurikulum, sarana prasarana, keuangan (pembiayaan dan pendanaan).

Mengacu kepada empat dimensi di atas, BAN-PT menetapkan fokus penilaian ke dalam kriteria yang berdasarkan pada SN-Dikti sebagaimana ditunjukkan pada Gambar di atas. Gambar 1 menunjukkan hubungan antara kriteria akreditasi dengan SN-Dikti. Sedangkan Gambar 2 menunjukkan kerangka pikir sistemik kriteria akreditasi (input – proses – output).

Sumber: Lampiran Peraturan BAN-PT Nomor 2 Tahun 2017 tentang Sistem Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi

Leave a Reply