Penelitian dan Metode Ilmiah

Menurut Emzir, penelitian pada dasarnya adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah. Sedangkan Subana dan Sudrajat menyatakan bahwa pada hakikatnya penelitian adalah suatu cara dari sekian cara yang pernah ditempuh dilakukan dalam mencari kebenaran. Cara mendapatkan kebenaran itu ditempuh melalui metode ilmiah. Berdasarkan kedua pendapat tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian memang tidak dapat dipisahkan dari metode ilmiah karena untuk menemukan kebenaran dan memecahkan masalah penelitian harus menggunakan metode ilmiah.

Menurut Senn, Metode  ilmiah  merupakan  prosedur  atau  cara-cara  tertentu  yang digunakan untuk    memperoleh pengetahuan    yang    disebut    dengan ilmu/pengetahuan  ilmiah. Sedangkan menurut Emzir, metode ilmiah merupakan suatu proses yang sangat beraturan yang memerlukan sejumlah langkah yang berurutan ; pengenalan dan pengidentifikasian masalah ; perumusan hipotesis ; pengumpulan data ; analisis data, dan pernyataan kesimpulan mengenai diterima atau ditolaknya hipotesis.

Penelitian   ilmiah   melibatkan   theory construction dan theory verification. Kontruksi teori merupakan suatu proses untuk  membentuk  struktur  dan  kerangka  teori  yang  akan  digunakan  untuk mengembangkan  suatu  hipotesis  yang  relevan  dengan  struktur  teorinya. Selanjutnya  dengan  menggunakan  fakta,  maka  hipotesis  tersebut  diuji secara empiris. Meskipun tidak ada konsensus tentang urutan dalam metode ilmiah, metode  ilmiah  umumnya  memiliki  beberapa  karakteristik  umum  sebagai berikut (Davis & Cosenza):

  • Kritis dan  analitis :  mendorong  suatu  kepastian  dan  proses  penelitian untuk   mengidentifikasi   masalah   dan   metode   untuk   mendapatkan
  • Logis : merujuk  pada  metode  dari  argumentasi    Kesimpulan rasional diturunkan dari bukti yang ada.
  • Testability : penelitian  ilmiah  harus  dapat  menguji  hipotesis  dengan pengujian statistik yang menggunakan data yang dikumpulkan.
  • Obyektif : hasil  yang  diperoleh  ilmuwan  yang  lain  akan  sama  apabila studi  yang  sama  dilakukan  pada  kondisi  yang    Hasil  penelitian dikatakan ilmiah apabila dapat dibuktikan kebenarannya.
  • Konseptual dan   Teoretis :   ilmu   pengetahuan   mengandung   arti pengembangan suatu struktur konsep dan teoretis untuk menuntun dan mengarahkan upaya penelitian.
  • Empiris : metode ini pada prinsipnya berstandar pada realitas.
  • Sistematis : mengandung   arti   suatu   prosedur   yang   cermat

Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Ada beberapa pendapat dari para ahli tentang langkah-langkah yang harus diikuti dalam pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah. Berikut ini, akan dibahas tentang pendapat Schluter & Abclson.

Menurut Schluter, ada 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:

  • Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian.
  • Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan.
  • Membangun sebuah bibliografi.
  • Memformulasikan dan mendefinisikan masalah.
  • Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan.
  • Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti, baik langsung ataupun tidak langsung.
  • Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah.
  • Menentukan apakah data atau bukti yang dipertukan tersedia atau tidak.
  • Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak.
  • Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan.
  • Mengatur data secara sistematis untuk dianalisis.
  • Menganalisis data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi.
  • Mengatur data untuk persentase dan penampilan.
  • Menggunakan citasi, referensi dan footnote (catatan kaki).
  • Menulis laporan penelitian.

Sedangkan, menurut Abclson, langkah-langkah pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah adalah sebagai berikut :

  • Tentukan judul. Judul dinyatakan secara singkat
  • Pemilihan masalah. Dalam pemilihan ini harus:
  1. Nyatakan apa yang disarankan oleh judul.
  2. Berikan alasan terhadap pemilihan tersebut. Nyatakan perlunya diselidiki masalah menurut kepentingan umum
  3. Sebutkan ruang lingkup penelitian. Secara singkat jelaskan materi. situasi dan hal-hal lain yang menyangkut bidang yang akan diteliti.
  • Pemecahan masalah. Dalam memecahkan masalah harus diikuti hal-hal berikut :
  1. Analisis harus logis. Aturlah bukti dalam bnntuk yang sistematis dan logis. Demikian juga halnya unsur-unsur yang dapat memecahkan masalah.
  2. Prosedur penelitian yang digunakan harus dinyatakan secara singkat.
  3. Urutkan data, fakta dan keterangan-keterangan khas yang diperlukan
  4. Harus dinyatakan bagaimana set dari data diperoleh termasuk referensi yang digunakan.
  5. Tunjukkan cara data dikelola sampai mempunyai arti dalam memecahkan masalah.
  6. Urutkan asumsi-asumsi yang digunakan serta luibungannya dalam berbagai fase penelitian.
  • Kesimpulan
  1. Berikan kesimpulan dari hipotesis. nyatakan dua atau tiga kesimpulan yang mungkin diperoleh.
  2. Berikan implikasi dari kesimpulan. Jelaskan bebernpa implikasi dari produk hipotesis dengan memberikan beberapa inferensi.
  • Berikan studi-studi sebelumnya yang pernah dikerjakan yang berhubungan dengan masalah. Nyatakan kerja-kerja sebelumnya secara singkat dan berikan referensi bibliografi yang mungkin ada manfaatnya scbagai model dalam memecahkan masalah.

Dari pedoman beberapa ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian dengan menggunakan metode ilmiah sekurang-kurangnya dilakukan dengan langkah-langkah berikut :

  1. Merumuskan serta mendefinisikan masalah. Langkah pertama dalam meneliti adalah menetapkan masalah yang akan dipecahkan. Untuk menghilangkan keragu-raguan, masalah tersebut harus didefinisikan secara jelas sampai ke mana luas masalah yang akan dipecahkan.
  2. Mengadakan studi kepustakaan. Setelah masalah dirumuskan, langkah kedua yang dilakukan dalam mencari data yang tersedia yang pernah ditulis peneliti sebelumnya yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan. Kerja mencari bahan di perpustakaan merupakan hal yang tak dapat dihindarkan oleh seorang peneliti. Ada kalanya. perumusan masalah dan studi keputusan dapat dikerjakan secara bersamaan.
  3. Memformulasikan hipotesis. Setelah diperoleh informasi mengenai hasil penelitian lain yang memiliki persamaan dengan masalah yang ingin dipecahkan, maka tiba saatnya peneliti memformulasikan hipotesis-hipotesis untuk penelitian. Hipotesis adalah dugaan sementara tentang hubungan antarvariabel atau fenomena dalam penelitian. Hipotesis merupakan kesimpulan tentatif yang diterima secara sementara sebelum diuji.
  4. Menentukan model untuk menguji hipotesis. Setelah hipotesis ditetapkan. kerja selanjutnya adalah merumuskan cara-cara untuk menguji hipotesis tersebut. Pengujian hipotesis didasarkan pada kerangka analisis (analytical framework) yang telah ditetapkan. Model matematis dapat juga dibuat untuk mengrefleksikan hubungan antarfenomena yang secara implisif terdapat dalam hipotesis. untuk diuji dengan teknik statistik yang tersedia.
    Pengujian hipotesis menghendaki data yang dikumpulkan untuk keperluan tersebut. Data tersebut bisa saja data primer ataupun data sekunder yang akan dikumpulkan oleh peneliti.
  5. Mengumpulkan data. Peneliti memerlukan data untuk menguji hipotesis. Teknik pengumpulan data akan berbeda-beda sesuai dengan pada masalah yang dipilih serta metode penelitian yang akan digunakan
  6. Menyusun data, Menganalisis, dan Menyusun interfensi. Setelah data terkumpul. peneliti menyusun data untuk mengadakan analisis. Sebelum analisis dilakukan, data tersebut disusun terlebih dahulu untuk mempermudah analisis. Penyusunan data dapat dalam bentuk tabel ataupun membuat coding untuk analisis dengan komputer. Sesudah data dianalisis. maka perlu diberikan tafsiran atau interpretasi terhadap data tersebut.
  7. Membuat generalisasi dan kesimpulan. Setelah tafsiran diberikan, maka peneliti membuat generalisasi dari penemuan-penemuan, dan selanjutnya memberikan beberapa kesimpulan. Kesimpulan dan generalisasi ini harus berkaitan dengan hipotesis. Apakah hipotesis benar untuk diterima. ataukah hipotesis tersebut ditolak.
  8. Membuat laporan ilmiah. Langkah terakhir dari suatu penelitian ilmiah adalah membuat laporan ilmiah tentang hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut. Penulisan secara ilmiah mempunyai teknik tersendiri.

Meskipun ada banyak pendapat tentang langkah-langkah mengerjakan penelitian dengan metode ilmiah, tapi secara garis besar, unsur utama metode ilmiah terdiri dari empat langkah, yakni :

  1. Karakterisasi (observasi dan pengukuran)
  2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil observasi dan pengukuran)
  3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
  4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)

Untuk itu, metode ilmiah sangat diperlukan jika sedang membuat penelitian ilmiah agar penelitian yang dibuat benar-benar sesuai yang diharapkan.

Leave a Reply