Memahami Metode: Pendekatan Penelitian Kuantitatif

Pendekatan penelitian kuantitaif adalah suatu pendekatan yang secara primer menggunakan paradigma postpositivist dalam mengembangkan ilmu pengetahuan (seperti pemikiran teentang sebab akibat, reduksi kepada variabel, hipotesis, dan pertanyaan spesifik menggunakan pengukuran dan observasi, serta pengujian teori), menggunakan strategi penelitian seperti eksperimen dan survei yang memerlukan data statistik (Emzir). Cara pandang postpositivist atau biasa juga disebut positivisme, merupakan cara pandang yang menyatakan bahwa eksistensi kenyataan/realitas sosial dan realitas fisik adalah independent atau terpisah bebas atau berada di luar diri peneliti. Oleh karena itu siapa saja yang akan meneliti realitas tersebut, dapat mengamati atau mengukurnya, dan apabila pengamatan/pengukurannya tidak bias maka hasil-hasil penelitian tersebut dapat dikategorikan sebagai pengetahuan ilmiah (scientific knowledge) (Borg).

Cara pandang positivisme memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) asumsi bahwa realitas adalah objektif, terpisah di luar peneliti, dapat diamati dan diukur; (2) tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dan menjelaskan hubungan antar variabel yang diukur; (3) fokus pada reduksi realitas menjadi variabel dan variabel dapat diukur dengan instrumen dan menghasilkan data numerik; (4) asumsi metodologis: proses deduktif, hubungan antar variabel, sebab-akibat, disain statis-telah ditentukan sebelum penelitian, bebas konteks (context-free), hasil prediksi-eksplanasi dapat digeneralisasikan, validitas dan reliabilitas dapat diketahui; (5) analisis data menggunakan analisis statistika: (6) peranan kajian teoretik sangat dominan untuk menjelaskan dan menjawab pertanyaan penelitian/rumusan masalah; (7) Data kuantitatif berpusat pada unit analisis dan berbentuk distribusi. (Borg).

Penelitian kuantitatif memusatkan perhatiannya pada gejala yang mempunyai karakteristik tertentu yang bervariasi dalam kehidupan manusia, yang dinamakan variabel. Hakikat hubungan antarvariabel dianalisis dengan menggunakan teori yang objektif. Karena sasaran kajian dari penelitian kuantitatif adalah gejala, sedangkan gejala yang ada dalam kehidupan manusia tidak terbatas dan tidak terbatas pula kemungkinan variasi dan hierarkinya. Penelitian kuantitatif berfokus pada variabel, bahkan sebelum penelitian dilakukan telah ditentukan terlebih dahulu variabel yang akan diteliti.

Dalam penelitian kuantitatif pengukuran terhadap gejala yang diamati merupakan hal yang sangat penting. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang disusun berdasarkan indikator dari variabel yang diteliti, kemudian menghasilkan data kuantitatif.

Berdasarkan metode yang digunakan penelitian kuantitatif dapat digolongkan sebagai berikut:

1) Penelitian Kuantitatif eksperimen

Wiersma (dalam Emzir) mendefinisikan ekperimen sebagai suatu situasi penelitian yang sekurang-kurangnya satu variabel bebas, yang disebut sebagai variabel eksperimental, sengaja dimanipulasi oleh peneliti. Sedangkan subana dan Sudrajat menyatakan bahwa penelitian percobaan (Eksperimental Research) adalah penelitian yang melihat dan meneliti adanya akibat setelah subjek dikenai perlakuan pada variabel bebasnya. Jadi, penelitian eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan sebab akibat.

Tipe penelitian eksperimen berdasar lokasi penelitian:
a) Laboratory experiments (Penelitian eksperimen di Laboratorium)
b) Field experiments (Penelitian Eksperimen di Lapangan)

Berdasarkan tingkat presisi yang dicapai, penelitian eksperimen terdiri atas:
a) Pra eksperimen
b) Quasi-experiments
c) True-Experiment

2) Penelitian Kuantitatif Expost Facto

Istilah lain penelitian ini adalah Penelitian Sesudah Kegiatan (PSK), ada juga yang menyebutnya penelitian Kausal Komparatif. Menurut Gay (dalam Emzir), penelitian Kausal Komparatif atau ex post facto adalah penelitian dimana peneliti berusaha menentukan penyebab atau alasan untuk keberadaan perbedaan dalam perilaku atau status dalam kelompok individu dan peneliti berusaha mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan perbedaan tersebut. Penelitian expost facto adalah penelitian yang mempelajari fakta yang sudah ada/sudah terjadi dengan menggunakan disain eksperimen.

3) Penelitian Kuantitatif Korelasional

Menurut Emzir, penelitian korelasional menggambarkan suatu pendekatan umum untuk penelitian yang berfokus pada penaksiran pada kovariat di antara variabel yang muncul secara alami. Sedangkan Nana Sudjana dan Ibrahim dalam bukunya yang berjudul “Penelitian dan Penilaian Pendidikan”, mengatakan bahwa penelitian korelasi mempelajari hubungan dua variabel atau lebih, yakni sejauhmana variasi dalam satu variabel berhubungan dengan variasi dalam variabel lain. Dari kedua pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian korelasional adalah adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih.

2 thoughts on “Memahami Metode: Pendekatan Penelitian Kuantitatif

Leave a Reply