Mengenal Lingkungan Pemasaran Perusahaan

Lingkungan Pemasaran adalah lingkungan perusahaan yang terdiri dari pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Perusahaan harus terus melakukan pengamatan secara terus menerus dan beradaptasi dengan lingkungan yang bersifat kompleks dan terus berubah-ubah. Dengan mempelajari lingkungan, perusahaan dapat menyesuaikan strategi perusahaan untuk memenuhi tantangan dan peluang pasar yang baru.

Jerome McCarthy dan Willian D. Perreault, Jr menyatakan bahwa lingkungan pemasaran perusahaan terdiri dari:

1. Sasaran dan Sumber Daya Perusahaan

Menetapkan sasaran yang benar-benar mengarahkan pengembangan masa kini dan mendatang suatu perusahaan tidaklah mudah. Proses ini memaksa manajemen puncak mengamati keseluruhan bisnis, mengaitkan sasaran dan sumber daya saat ini dengan lingkungan eksternal, dan kemudian memutuskan apa yang akan dicapai perusahaan di masa yang akan datang.

Sasaran perusahaan menjadi pedoman bagi manajer-manajer ketika mereka mencari dan mengevaluasi peluang dan kemudian merencanakan strategi pemasaran. untuk setiap strategi pemasaran, perusahaan juga membutuhkan sasaran untuk masing-masing dari keempat P, selain juga sasaran yang lebih rinci.

Setiap perusahaan memiliki sumber daya yang membedakannya dari perusahaan lain diantaranya keuangan, kemampuan dan fleksibelitas produksi atau sumber pasokan, dan kekuatan pemasaran. Peluang terobosan datang dari pemanfaatan kekuatan-kekuatan ini sambil menghindari persaingan langsung dengan perusahaan yang memiliki kekuatan serupa. Untuk menemukan kekuatannya, perusahaan harus mengevaluasi bidang-bidang fungsionalnya selain juga produk dan pasarnya yang sekarang. Dengan menganalisis keberhasilan dan kegagalan dalam kaitannya dengan sumber daya perusahaan, manajemen dapat mengetahui mengapa perusahaan berhasil di masa lalu.

2. Lingkungan Persaingan

Lingkungan persaingan mempengaruhi jumlah dan tipe pesaing yang harus dihadapi manajer pemasaran serta bagaimana mereka mungkin berperilaku. Manajer pemasaran harus memperhitungkan berapa lama waktu diperlukan bagi pesaing untuk muncul di pasar. Manajer pemasaran juga harus secara aktif melakukan analisis pesaing dan mengidentifikasi kelompok pesaing potensial yaitu dengan mencari informasi tentang pesaing yang ada dan calon pesaing. Meskipun kebanyakan perusahaan berusaha menjaga kerahasiaan rencana-rencana mereka, banyak informasi publik yang tersedia.

3. Lingkungan Ekonomi dan Teknologi

Lingkungan ekonomi dan teknologi mempengaruhi cara perusahaan memanfaatkan sumber daya, lingkungan teknologi merupakan basis bagi lingkungan ekonomi. Keahlian teknis dan peralatan mempengaruhi cara perusahaan mengubah sumber daya ekonomi menjadi menjadi keluaran. Di pihak lain, lingkungan ekonomi dipengaruhi oleh interaksi berbagai komponen sistem makroekonomi. Manajer pemasaran harus memperhatikan lingkungan ekonomi secara cermat. Berbeda dengan lingkungan sosial dan budaya, kondisi ekonomi dapat berubah cepat sehingga menuntut perubahan strategi yang segera pula.

Pengembangan teknologi mempengaruhi pemasaran dalam dua cara utama: dengan produk baru dan dengan proses (cara mengerjakan sesuatu) baru. Banyak dari kemajuan di bidang bisnis berasal dari kesadaran akan adanya cara baru untuk melakukan peluang-peluang demikian dengan memahami sebab adanya pasar-pasar yang sekarang dan kemungkinan pemanfaatan tekologi baru.

4. Lingkungan Politik dan Hukum

Sikap dan reaksi masyarakat, kritik sosial, dan pemerintah semuanya mempengaruhi lingkungan politik. Perasaan nasionalisme yang kuat mempengaruhi kerja sistem pemasaran makro. Dan perasaan demikian dapat mempengaruhi kerja para manajer pemasaran juga. Perubahan dalam lingkungan politik seringkali menimbulkan perubahan dalam lingkungan hukum serta cara menerapkan hukum yang berlaku. Lingkungan hukum menetapkan aturan-aturan dasar mengenai bagaimana suatu bisnis dapat beroperasi di masyarakat.

5. Lingkungan Sosial dan Budaya

Lingkungan sosial dan budaya mempengaruhi cara hidup dan perilaku orang sehingga hal ini dapat mempengaruhi perilaku pembelian pelanggan dan pada akhirnya mempengaruhi lingkungan ekonomi, politik, dan hukum. Banyak variabel yang membentuk lingkungan sosial dan budaya. Beberapa contohnya adalah bahasa yang digunakan, macam pendidikan yang dimiliki, agama yang dianut, jenis makanan, model pakaian dan rumah yang dimiliki, serta bagaimana bagaimana pandangan mereka tentang perkawinan dan keluarga.

Perubahan masyarakat serta nilai-nilai budaya dasarnya biasanya berlangsung secara lambat. Perusahaan secara sendiri-sendiri tidak dapat berharap merangsang perubahan besar dalam waktu singkat. Perusahaan harus mengenali sikap yang sekarang dianut dan bekerja dalam kendala ini.

Pada waktu yang sama, seorang manajer pemasaran harus mengamati isyarat-isyarat perubahan dalam jangka yang lebih panjang. Bahkan perubahan-perubahan kecil dapat menimbulkan kebutuhan-kebutuhan baru dan peluang-peluang pasar baru.

 

DAFTAR RUJUKAN:

  • Jerome McCarthy, ph. D dan William D. Perreault, Jr,ph. D. (1993). Dasar-dasar Pemasaran. (edisi ke-5). (Penterjemah: Ir. Agus Maulana MSM). Jakarta: Erlangga.

Leave a Reply