Rasio Profesor & Mahasiswa Indonesia Jomplang

Peran profesor bagi pembangunan Indonesia masih kecil. Menurut Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN), Sofian Effendi, hal tersebut disebabkan jumlah profesor yang masih minim.

“Ada sekira 5.300 profesor. Sedangkan jumlah mahasiswanya 6,3 juta. Berarti rasio profesor dengan mahasiswa di Indonesia sekira 1:1.000,” ujarnya saat mengisi Seminar Nasional Keprofesoran di Gedung D Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kamis (29/10/2015).

Sofian berpendapat, rasio tersebut sangat jomplang alias tidak imbang. Padahal, pada 2030 Indonesia diproyeksikan menjadi world class nomor tujuh di dunia.

“Sehingga harus ada usaha keras dari pemerintah untuk meningkatkan dan memperbaiki masalah keprofesoran ini,” imbuh mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.

Sementara Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti memaparkan, saat ini profesor di Indonesia masih banyak tersebar di perguruan tinggi negeri (PTN). Untuk mengurangi kesenjangan jumlah rasio profesor tersebut, pihaknya telah melakukan beberapa terobosan, salah satunya memperpendek proses administrasi pengajuan profesor.

“Tapi ini bukan berarti kejar target karena kualitas tetap harus diutamakan. Pemerintah akan terus bekerja keras dan berpikir out of the box untuk meningkatkan jumlah profesor,” tuturnya.

Saat ini, ucap Ali, profesor di Indonesia pensiun pada usia 70 tahun. Sementara dari jumlah profesor yang ada, 80 persen sudah berusia lebih dari 50 tahun. [okezone.com]

Leave a Reply