Pola Pembelajaran di Swedia

Jumlah mahasiswa yang berminat melanjutkan kuliah di jenjang S-2 dan S-3 semakin tinggi, termasuk para lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Berbagai pilihan program pascasarjana pun banyak ditawarkan, mulai dari kampus di dalam negeri maupun di luar negeri.

Guna mendorong motivasi melanjutkan studi, empat universitas terkemuka dari Swedia menjadi narasumber Study in Sweden Campus Tour serta pameran mengenai pendidikan tinggi di ITB. Acara tersebut menghadirkan pembicara dari Chalmers University of Technology, Halmstad University, KTH Royal Institute of Technology, dan University of Boräs.

Melalui acara yang diinisiasi Kedutaan Besar Swedia bersama empat institusi perguruan tinggi yang diakomodir oleh International Relation Office (IRO) ITB itu, para peserta mendapat pengetahuan kehidupan di Swedia dan opsi beasiswa yang tersedia.

Salah satu alumnus ITB yang melanjutkan kuliah ke jurusan Entrepreneurship and Innovation Management di KTH Royal Institute of Technology, Annisa Rahman Qastharin turut memaparkan pengalamannya selama menjalani studi di Swedia.

“Salah satu perbedaan yang saya rasakan adalah sewaktu sidang tesis, yang sangat berbeda dengan di Indonesia. Di Swedia, kita tidak diuji dengan dosen, tetapi lebih seperti presentasi di kelas. Kita akan dipasangkan dengan seorang partner, yang akan melakukan tanya jawab setelah presentasi,” tuturnya sebagaimana dinukil melalui laman ITB, Sabtu (31/10/2015).

Sementara Communication Officer Kedutaan Besar Swedia, Amreta Sidik menambahkan, di Swedia, setiap tugas dikerjakan dalam tim, dan setiap orang ditantang untuk memandang suatu hal dari sisi yang berbeda. Menurutnya, hal itu menjadi pendukung terciptanya iklim kreatif dan inovatif di Swedia.

“Swedia memiliki sistem yang lebih mengutamakan kreativitas, critical thinking, dan academic excellence,” tandasnya.

Leave a Reply