Kemenristekdikti Gelar Pemilihan Dosen dan Tenaga kependidikan Berprestasi 2015

Kementerian Ristek, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memberikan apresiasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus.
Hal ini, menurut Menristekdikti, Mohammad Nasir, sebagai pemicu bagi para pelaku pendidikan tinggi makin berprestasi.

Adapun dalam penyelenggaraannya, ada enam kategori yang diikutkan dalam ajang Pemilihan Diktendik Berprestasi ini, yakni kategori dosen, kepala program studi, laboran, pustakawan, tenaga pengelola keuangan, dan tenaga administrasi berprestasi.

Hal ini, menurut Nasir, disebabkan karena peningkatan kualitas sumber daya di Kemristekdikti tidak hanya berfokus pada dosen sebagai pengajar.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, proses seleksi sudah dilakukan sejak Mei. Sementara finalnya digelar Rabu (28/10) malam di Hotel Grand Sahid Jakarta.

Bukan pertama kalinya, acara ini sudah digelar sebanyak 12 kali.

Para diktendik pun tidak hanya berasal dari perguruan tinggi negeri, tetapi juga dari perguruan tinggi swasta.

Menurut Ghufron, apresiasi bagi diktendik ini merupakan wujud pemuliakan tenaga kependidikan sehingga mereka memiliki daya saing dan motivasi meningkatkan pendidikan.

“Ada 15 nominator dalam masing-masing kategori yang ikut proses final. Sebelumnya, mereka telah menyisihkan 294 bakal calon yang diajukan oleh perguruan tinggi dan Kopertis di seluruh Indonesia,” kata Ghufron.

Ia menambahkan, para finalis, sebelumnya telah diuji kemampuannya dalam bentuk presentasi dan wawancara karya unggulan masing-masing.

Menurut Ghufron, dalam memilih para finalis hingga pemenang di tiap kategori, juri telah mempertimbangkan rekam jejak prestasi sang nominator.

“Misalnya untuk kategori dosen, prestasi akan dinilai dari bagaimana kualitas riset serta publisitas karya ilmiahnya, juga hibah-hibah yang dimenangkan dalam skala nasional maupun internasional,” jelas Ghufron.

Ia mengatakan, meski sudah berprestasi seorang dosen tetap harus produktif dengan karya ilmiahnya. Menurutnya, hal inilah yang membuat kampus layak disebut sebagai kampus kelas dunia.

“Saat ini, publikasi jurnal internasional kita sudah melampaui Vietnam dan Filipina, karenanya harus terus produktif agar kampus kita memiliki daya saing,” jelas dia.

Sedangkan, bagi tenaga pendidik prestasi diukur dari karya-karya kreatif serta ide inovasinya dalam berkarier di lingkungan kampus.

Direktur Karier dan Kompetensi SDM Ditjen Sumber Daya Iptekdikti Kemristekdikti, Bunyamin Maftuh, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti ajang ini mengingkat 17,20 persen dibanding tahun lalu. “Ini menunjukkan bahwa diktendik makin antusias ikut acara ini,” ujar Bunyamin.

Di Indonesia sendiri, ada 132 PTN dan lebih dari 3000 PTS. Dimana, total ada 216.784 dosen tetap yang diseleksi menjadi 90 dosen, masing-masing 15 orang per kategorinya. Dari kategori itu, ada 3 pemenang yang terpilih.

“Apresiasi bagi juara 1 Rp 30 juta, juara 2 Rp 25 juta, dan juara 3 Rp 20 juta,” jelas Bunyamin.

Ia menambahkan, selain dilakukan penjurian oleh para juri, masyarakat juga dapat memberikan dukungan melalui media sosial seperti Facebook ataupun Twitter untuk finalis terfavorit. (Agustin Setyo Wardani)

Adapun pemenang dari ajang tersebut, di antaranya adalah:
1. Dosen Berprestasi
Juara 1: Budiwiweko, Universitas Indonesia
Juara 2: Deendarlianto, Universitas Gadjah Mada
Juara 3: Andri Dian Nugraha, Institut Teknologi Bandung
2. Kepala Program Studi Berprestasi
Juara 1: I Wayan Nurjaya, Institut Pertanian Bogor
Juara 2: Bambang Pramujati, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Juara 3: Indradi Wijatmiko, Universitas Brawijaya
3. Pengelola Keuangan Berprestasi
Juara 1: Riz Firmansyah, Universitas Negeri Surabaya
Juara 2: Fachrul Rozi, Universitas Negeri Padang
Juara 3: Yusuf Mulus Riptianto, Universitas Surabaya
4. Laboran Berprestasi
Juara 1: Tri Kurniawati, Universitas Indonesia
Juara 2: Sofyan, Institut Pertanian Bogor
Juara 3: Tri Yuliati, Universitas Gadjah Mada
5. Pustakawan Berprestasi
Juara 1: Chandra Pratama Setyawan, Universitas Kristen Petra
Juara 2: Aprilia Mardiastuti, Universitas Gadjah Mada
Juara 3: Hetty Gultom, Universitas Sumatera Utara
6. Tenaga Administrasi Akademik Berprestasi
Juara 1: Clara Cahaya Chandrasari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Juara 2: Hestining Kurniastuti, Universitas Gadjah Mada
Juara 3: Budiani Setyaningsih, STIMIK Amikom Yogyakarta

Sumber: wartakota.tribunnews.com

Leave a Reply